Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

MAN 4 Bantul Gelar Workshop Service Excellence, Perkuat Budaya Melayani dengan Hati

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Jumat, 18 Sep 2026 👁️ 2 kali dilihat
MAN 4 Bantul Gelar Workshop Service Excellence, Perkuat Budaya Melayani dengan Hati

Bantul (MAN 4 Bantul) – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan madrasah, MAN 4 Bantul menggelar workshop Service Excellence pada Jumat (18/09/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 4 Bantul tersebut mengangkat tema “Service Excellence: Melayani dengan Hati, Mendidik dengan Empati, Menciptakan Pengalaman yang Berarti.”

Workshop diikuti oleh seluruh guru dan pegawai MAN 4 Bantul. Kegiatan ini dirancang tidak sekadar sebagai penguatan keterampilan dalam memberikan pelayanan, tetapi juga sebagai momentum untuk membangun kesadaran bersama bahwa pelayanan di madrasah merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Hadir sebagai narasumber profesional, Ewang Sewoko, S.Psi., M.A., yang membawakan materi dengan pendekatan yang komunikatif, interaktif, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari para guru maupun pegawai. Berbagai situasi pelayanan yang sering dijumpai di lingkungan kerja dikemas menjadi bahan diskusi yang menarik, sehingga peserta dapat merefleksikan kembali cara berkomunikasi, bersikap, memahami kebutuhan orang lain, serta menghadirkan pengalaman pelayanan yang positif.

Suasana workshop berlangsung sangat dekat, menyenangkan, dan hangat. Peserta tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai aktivitas dan diskusi. Antusiasme terlihat dari keterlibatan guru dan pegawai sepanjang kegiatan. Sesekali suasana serius dalam pembahasan mencair dengan tawa dan interaksi yang membuat kegiatan terasa akrab.

Salah satu peserta workshop, Fransisca Listiariny, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan perspektif baru mengenai makna pelayanan di lingkungan madrasah. “Workshop ini mengingatkan kita bahwa pelayanan bukan hanya tentang memberikan bantuan atau menyelesaikan kebutuhan seseorang, tetapi tentang bagaimana membuat orang merasa dihargai, didengarkan, dan diterima. Ketika kita melayani dengan hati dan empati, sesungguhnya kita sedang menghadirkan pendidikan melalui sikap dan keteladanan,” ungkap Fransisca.

Menurutnya, semangat service excellence sangat relevan dengan lingkungan madrasah yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengalaman positif bagi seluruh warga madrasah.

Melalui workshop ini, MAN 4 Bantul berkomitmen untuk terus membangun budaya kerja yang ramah, responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan penerima layanan. Pelayanan prima diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah konsep dalam workshop, tetapi menjadi kebiasaan yang hadir dalam setiap interaksi, baik antara guru dengan peserta didik, pegawai dengan masyarakat, maupun seluruh warga madrasah satu sama lain.

Semangat melayani dengan hati, mendidik dengan empati, menciptakan pengalaman yang berarti pun diharapkan menjadi bagian dari budaya MAN 4 Bantul dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan bermakna.

Dengan suasana yang hangat dan penuh antusiasme, workshop tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan bersama bahwa pendidikan yang baik tidak hanya dibangun melalui apa yang diajarkan, tetapi juga melalui bagaimana setiap orang dilayani, dihargai, dan diperlakukan dengan penuh empati. (lel/ica)

Hubungi Kami