Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Seru dan Penuh Taktik, Murid Putra MAN 4 Bantul Unjuk Kecepatan di Lomba Bentengan

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 12 Agu 2026 👁️ 6 kali dilihat
Seru dan Penuh Taktik, Murid Putra MAN 4 Bantul Unjuk Kecepatan di Lomba Bentengan

Bantul (MAN 4 Bantul) – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di MAN 4 Bantul berlangsung kian meriah. Jika para murid putri adu ketangkasan dalam permainan gobak sodor, para murid putra tidak kalah antusias memadati lapangan madrasah pada Rabu (12/8/2026) untuk mempertandingkan permainan tradisional bentengan.

Lomba bentengan ini diikuti oleh perwakilan murid antar-kelas, mulai dari jenjang kelas X, XI, hingga XII. Suasana kompetisi berlangsung seru dan sengit, di mana setiap tim saling menyusun strategi untuk merebut benteng lawan sambil menjaga benteng sendiri agar tidak tersentuh.

Tidak sekadar menghadirkan hiburan dan gelak tawa, permainan bentengan menyimpan berbagai nilai positif bagi tumbuh kembang murid. Olahraga tradisional ini melatih ketahanan fisik, kelincahan, fokus, hingga kemampuan mengambil keputusan dengan cepat di bawah tekanan. Selain itu, rasa saling percaya dan komunikasi antar-anggota tim menjadi kunci utama untuk meraih kemenangan.

Staf Kesiswaan MAN 4 Bantul, Nanang Qosem, menyampaikan bahwa pemilihan permainan tradisional seperti bentengan dalam rangkaian agenda Pitoelasan ini memiliki misi edukatif tersendiri.

“Permainan bentengan ini sangat kaya akan nilai-nilai karakter. Anak-anak dituntut untuk kompak, cepat berpikir, dan menyusun strategi bersama teman sekelasnya. Lewat lomba ini, kita ingin mengajarkan sportivitas serta menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat akan makna kebersamaan dan perjuangan,” terang Nanang Qosem.

Melalui kemeriahan lomba bentengan ini, MAN 4 Bantul berharap para murid tidak hanya bugar secara fisik dan terhibur, tetapi juga dapat terus menjaga kelestarian warisan budaya permainan Nusantara di tengah era digital. (lel/ica)

Hubungi Kami