Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

Peringati Isra’ dan Mi’raj, Siswa MAN 4 Bantul Dapatkan Cerita Sejarah Shalat 5 Waktu

Dunia Islam
Selasa, 28 Feb 2023 👁️ 100 kali dilihat
Peringati Isra’ dan Mi’raj, Siswa MAN 4 Bantul Dapatkan Cerita Sejarah Shalat 5 Waktu

Bantul (MAN 4 Bantul) – Siswa MAN 4 Bantul Yogyakarta (Manembayo) tampak antusias mengikuti peringatan Isra’ dan Mi’raj di madrasahnya. Hal itu karena kegiatannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Rohis yang menjadi pelaksana kegiatan peringatan Isra’ dan Mi’raj mengajak semua siswa Manembayo untuk mengikuti shalat dhuha berjama’ah di lapangan olahraga. Kegiatan ini juga diisi dengan pembacaan sejarah disyari’atkannya shalat 5 waktu bagi muslimin dan muslimat.

Pada Selasa pagi (21/02/23) seluruh siswa berduyun-duyun pergi ke halaman madrasah guna mengikuti shalat dhuha berjama’ah. Menjelang pukul 08.00 WIB, shalat Dhuha dimulai dan guru senior Akhid Widi Rahmanto menjadi imam. Shalat Dhuha dilaksankan sebanyak empat raka’at dengan dua salam. Usai shalat, guru PAI Manembayo Uun Nashikhun membacakan sejarah asal mula diwajibkannya shalat 5 waktu bagi umat Islam. “Sejarah Isra’ dan Mi’raj dua cerita perjalanan suci bagi Nabi Muhammad SAW. Pertama adalah perjalanan dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjid Al-Aqsha yang sekarang di Palestina yang disebut Isra’ kemudian dilanjutkan ke langit ke tujuh menuju Sidratul Muntaha yang disebut dengan Mi’raj. Setelah pertemuan Nabi Muhammad deenegan Allah diperistiwa itu, umat Islam diwajibkan beribah shalat 5 waktu,” kata guru PAI.

Kepala Manembayo Singgih Sampurno menegaskan bahwa cerita sejarah Isra’ dan Mi’raj dapat menambah karakter religius para siswanya. Selain itu siswa juga dapat menambah wawasannya tentang ibadah wajib mereka. “Dari sejarah yang dibacakan oleh guru PAI kepada siswa, semua menjadi tahu jika awal Islam, muslimin dan muslimat hanya shalat dua raka’at di pagi dan sore hari,” kata Singgih. (uun)

Guru PAI bercerita sejarah shalat 5 waktu di hadapan siswa