Bantul (MAN 4 Bantul) – Setelah mematangkan mental dan penampilan melalui gladi bersih di halaman madrasah, perjuangan Tim Pekan Kompetisi Madrasah (PKM) MAN 4 Bantul berlanjut ke ruang spiritual. Pada Senin siang (28/09/2026), seluruh kontingen berkumpul di Aula MAN 4 Bantul untuk menggelar doa bersama guna memohon hasil terbaik atas seluruh ikhtiar yang telah dilakukan.
Suasana aula terasa begitu khusyuk dan haru. Sebanyak kurang lebih 80 siswa yang mewakili berbagai cabang lomba hadir didampingi oleh Kepala Madrasah, jajaran Wakil Kepala (Waka), serta para guru pembimbing. Lantunan doa dipimpin langsung oleh Triyanto, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) MAN 4 Bantul, yang mengajak seluruh yang hadir untuk melepaskan rasa cemas dan menyerahkan segala hasil akhir kepada Sang Maha Kuasa.
Sebelum doa dipanjatkan, Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, memberikan sambutan sekaligus pelecut semangat bagi para duta madrasah yang akan berjuang. Dalam arahannya, Syaefulani mengingatkan bahwa usaha keras dan doa adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
“Anak-anakku sekalian, seluruh latihan keras, keringat, dan waktu yang kalian korbankan selama persiapan adalah bentuk ikhtiar terbaik kita. Hari ini, lewat doa bersama, kita melengkapinya dengan berserah diri dan mengetuk pintu langit. Ingatlah bahwa kalian hadir di ajang PKM ini membawa nama baik dan kebanggaan MAN 4 Bantul. Bertandinglah dengan dada tegak, percaya diri, dan niat yang lurus. Apapun hasilnya nanti, kalian sudah menjadi pemenang di hati kami karena telah berjuang sejauh ini,” tutur Syaefulani memberikan motivasi mendalam bagi para peserta.
Momen doa bersama ini pun ditutup dengan saling berjabat tangan dan menguatkan antara siswa, pembimbing, dan pimpinan madrasah, menyulut optimisme dan kedamaian di hati para kontingen sebelum resmi berlaga di ajang PKM. (lel/ica)