Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

MAN 4 Bantul Hadiri Ceramah Menag dan Peresmian Kedokteran UIN Suka, Serap Spirit Ekoteologi

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Kamis, 4 Jun 2026 👁️ 5 kali dilihat
MAN 4 Bantul Hadiri Ceramah Menag dan Peresmian Kedokteran UIN Suka, Serap Spirit Ekoteologi

Bantul (MAN 4 Bantul) – Komitmen dalam memperkuat wawasan keagamaan dan kepedulian lingkungan terus dilakukan oleh MAN 4 Bantul. Salah satunya dengan menghadiri kegiatan Shalat Dzuhur Berjamaah dan Ceramah Ekoteologi oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., yang berlangsung di Laboratorium Agama Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Kamis (04/06/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Menteri Agama RI ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selain memberikan ceramah pembinaan kepada pegawai dan civitas akademika, Menteri Agama juga meresmikan Program Studi Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di kampus tersebut.

MAN 4 Bantul diwakili oleh Fransisca Listyariny, Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), yang hadir mewakili Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur pendidikan, pegawai Kementerian Agama, akademisi, serta tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam ceramahnya, Menteri Agama menekankan pentingnya konsep ekoteologi, yakni pemahaman keagamaan yang menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi masyarakat saat ini.

Selain membahas hubungan antara nilai-nilai agama dan pelestarian lingkungan, Menteri Agama juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menanamkan kesadaran ekologis kepada generasi muda. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan sekadar tugas sosial, tetapi juga bagian dari implementasi nilai-nilai keimanan.

Bagi MAN 4 Bantul yang selama ini aktif mengembangkan program Adiwiyata dan berbagai kegiatan berbasis ekoteologi, materi yang disampaikan menjadi penguatan sekaligus motivasi untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai kepedulian lingkungan dalam kehidupan madrasah.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas MAN 4 Bantul, Fransisca Listyariny, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan banyak inspirasi bagi pengembangan program madrasah ke depan. "Ceramah Menteri Agama memberikan pemahaman yang sangat mendalam bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab spiritual sebagai manusia. Konsep ekoteologi yang beliau sampaikan sangat relevan dengan program-program yang selama ini dikembangkan di MAN 4 Bantul, khususnya Adiwiyata dan pendidikan karakter. Kami memperoleh banyak inspirasi untuk terus menanamkan kesadaran lingkungan kepada murid melalui pendekatan keagamaan yang lebih bermakna," ujar Fransisca.

Ia menambahkan bahwa kehadiran MAN 4 Bantul dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan memperkuat sinergi dengan berbagai lembaga pendidikan serta Kementerian Agama dalam mendukung pembangunan pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MAN 4 Bantul berharap nilai-nilai ekoteologi yang disampaikan Menteri Agama dapat semakin menguatkan budaya peduli lingkungan di madrasah. Dengan demikian, murid tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat alam sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan sesama manusia. (lel/ica)