Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
×
Menu
Logo MAN 4 Bantul
MAN 4 BANTUL
Madrasah Istimewa
Prestasi Sebagai Tradisi
Kembali ke Arsip

“Lelananing Carita Manembayo”, Karya Cerkak Murid MAN 4 Bantul Warnai Peringatan Bulan Bahasa

Berita MAN 4 BANTUL
Fransisca Listiariny Rabu, 28 Okt 2026 👁️ 22 kali dilihat
“Lelananing Carita Manembayo”, Karya Cerkak Murid MAN 4 Bantul Warnai Peringatan Bulan Bahasa

Bantul (MAN 4 Bantul) – Peringatan Bulan Bahasa di MAN 4 Bantul semakin istimewa dengan peluncuran buku cerita cekak (cerkak) berbahasa Jawa berjudul Lelananing Carita Manembayo. Buku ini merupakan karya kolaboratif sejumlah murid kelas X, XI, dan XII MAN 4 Bantul sebagai wujud kreativitas sekaligus upaya melestarikan bahasa dan sastra Jawa di kalangan generasi muda.

Peluncuran buku tersebut menjadi salah satu bentuk nyata pengembangan budaya literasi di madrasah. Melalui karya sastra berbahasa Jawa, murid tidak hanya belajar menuangkan gagasan dan imajinasi ke dalam tulisan, tetapi juga mengenal lebih dekat kekayaan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga.

Dalam acara peluncuran, dua perwakilan penulis, Erma Suryaning Dyas dan Asya Arman Sofyan, murid kelas XII, maju untuk menerima piagam penghargaan atas kontribusi mereka dalam penulisan cerkak. Piagam diserahkan oleh Kepala MAN 4 Bantul, Syaefulani, S.Ag., M.Pd., bersama pengawas madrasah, Sumarna, S.Pd., M.Pd. Penyerahan tersebut turut didampingi oleh Koordinator Literasi MAN 4 Bantul, Retnaningsih, serta guru Bahasa Jawa, Erika Wahyu Andriani.

Suasana peluncuran berlangsung penuh kebanggaan. Karya yang sebelumnya berawal dari ide dan proses kreatif para murid kini hadir dalam bentuk buku yang dapat dibaca dan dinikmati oleh masyarakat madrasah. Momen ini sekaligus menjadi apresiasi atas keberanian murid dalam berkarya dan menghasilkan tulisan yang bernilai.

Erika Wahyu Andriani, selaku guru Bahasa Jawa, menjelaskan bahwa pemilihan bahasa Jawa sebagai bahasa dalam buku cerkak merupakan langkah untuk mendekatkan murid dengan bahasa dan sastra daerah melalui kegiatan literasi yang nyata.

“Bahasa Jawa memiliki kekayaan kosakata, unggah-ungguh, dan nilai-nilai budaya yang sangat penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Melalui buku Lelananing Carita Manembayo, kami ingin menunjukkan bahwa bahasa Jawa tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan ide, perasaan, pengalaman, dan pesan kehidupan melalui karya sastra. Kami berharap murid semakin mencintai bahasa daerahnya sekaligus berani berkarya dan menghasilkan tulisan yang bermakna,” ungkap Erika.

Menurutnya, menulis cerkak juga menjadi sarana bagi murid untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, memperkaya imajinasi, dan memahami karakter tokoh serta nilai kehidupan yang dapat diangkat dalam cerita. Proses kreatif tersebut diharapkan menumbuhkan kebiasaan menulis sekaligus memperkuat kecintaan terhadap warisan budaya lokal.

Peluncuran Lelananing Carita Manembayo menjadi bukti bahwa literasi di MAN 4 Bantul terus berkembang melalui berbagai bentuk karya. Kehadiran buku ini tidak hanya memperkaya koleksi literasi madrasah, tetapi juga memberikan ruang bagi murid untuk menunjukkan potensi dan kreativitasnya dalam bidang sastra. (lel/ica)

Melalui momentum Bulan Bahasa, MAN 4 Bantul berharap budaya membaca dan menulis semakin tumbuh di kalangan murid. Lebih dari itu, karya cerkak berbahasa Jawa ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam merawat bahasa daerah, menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri, dan menginspirasi lahirnya karya-karya literasi berikutnya dari keluarga besar MAN 4 Bantul. (lel/ica)

Hubungi Kami