Belajar Menghargai Perbedaan dari Dusun Sorowajan

Ada apakah dengan Dusun Sorowajan? Yuk kenalan dulu ya, Sorowajan adalah salah satu nama dusun yang terletak di Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dusun ini berjarak sekitar dua kilometer dari kebun binatang yang paling terkenal yaitu Gembira Loka di D.I. Yogyakarta.

Sorowajan ternyata sangat populer dengan kondisi masyarakatnya dengan keberagaman yang menjunjung tinggi esensi toleransi atau lebih familiarnya moderasi beragama. Masyarakatnya sangat mengutamakan rasa saling menghargai dan rasa saling menghormati. Terbukti masyarakatnya memiliki agama dan keyakinan yang berbeda-beda dalam satu atap dusun yang asri, diantaranya Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Budha, dan Khong Hu Cu. Masing-masing hidup dan tumbuh berkembang yang saling berdampingan tanpa keributan.

Selain memiliki keberagaman dalam keyakinan, Sorowajan juga memiliki keistimewaan lho, yaitu jarak dua tempat ibadah yang berbeda tidak membuat dua pemeluk keyakinan tersebut saling membenci. Tampak terlihat lokasi Pura Jagatnatha dan Masjid Al-Muhtadin, yaitu pemeluk Hindu dan Islam yang hanya berjarak 150 meter lho. Kebetulan letak Pura tersebut, yakni tempat ibadah pemeluk Hindu tepatnya membelakangi masjid dari jalan utama.

Selain itu, dalam hal kuliner, Dusun Sorowajan juga dikenal dengan banyaknya warung dan resto yang secara khusus menyajikan menu masakan khas Bali yang berbahan dasar daging babi. Warung-warung ini berdiri di antara pemukiman warga. Di sana masyarakat pun saling menjaga dan menghargai perbedaan ini. Ini ada salah satu warung menu Babi yang populer di Sorowajan yaitu milik Warung Bu Komang, milik Bima Kroda, dan warung menu babi lainnya bercirikan ramai dikunjungi pembeli. Tak ada warga yang tidak menikmati kuliner tersebut merasa terganggu atau protes dengan keberadaan warung itu. Disinilah warga sangat menghargai adanya perbedaan.

Keberagaman yang lain juga tampak terlihat adalah kegiatan yang dianggap sebagai adat-istiadat dusun setempat yang juga ramai dilakukan dan banyak pengikutnya. Sebuah contoh, kegiatan ruwahan atau biasa disebut nyadran. Kegiatan ruwahan atau nyadran merupakan tradisi kebudayaan menyambut bulan puasa yang dilakukan oleh masyarakat Jawa. Tradisi ruwahan ini juga dianggap menjadi sebuah kegiatan yang menampakkan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan ruwahan yang biasanya dilakukan oleh umat muslim ini diikuti oleh semua masyarakat yang memiliki keberagaman agama dan keyakinan.

Prosesi ruwahan di Dusun Sorowajan sagat ramai dan diawali dengan kirab gunungan, dibumbui dengan doa bersama umat lintas agama. Kegiatan tersebut dilakukan dalam  satu ruangan, lalu mereka saling memanjatkan doa sesuai kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Kemudian kegiatan akan  diakhiri dengan agenda makan bersama. Hidangan aneka jenis makanan yang disajikan saat tradisi ruwahan pun yang tampak terlihat seperti kolak, kue apem, dan ketan. Setiap jenis makanan ternyata memiliki arti dan makna tersendiri, semisal salah satunya kue apem yang siap dinikmati ternyata bermakna silaturahmi antar masyarakat. Duh berasa kekeluargaan saja ya.

Kegiatan tersebut biasanya menghadirkan masyarakat yang ramai dan bersuasana meriah bahkan hingga saat ini, meskipun yang membedakan adalah untuk saat ini sedikit ada pembatasan karena faktor pandemi covid-19 yang bersyarat protokol kesehatan seperti anjuran pemerintah yang harus dilakukan demi kebaikan, keamanan, dan keselamatan bersama.

Dusun Sorowajan juga memiliki Rukun Tetangga (Rt) sebanyak 20 lho, salah satunya Rt.19. Rt ini menjadi salah satu Rt di Sorowajan yang layak dijadikan contoh, karena dinyatakan bagus dalam kondisi saling menghargai antar tetangga. Rasa toleransi yang tinggi juga terlihat pada aktivitas keberagaman warga di Rt.19. Kepala keluarga Rt.19 berjumlah 40 orang, berikut keterangan dari Sunartono selaku ketua Rt.19, "Jumlah kepala keluarga di Rt.19 Sorowajan Baru sebanyak 40, yang terdiri dari berbagai agama dan keyakinan," ungkap Sunartono.

Melirik salah satu kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan warga Rt.19 seperti kerja bakti, peringatan HUT RI,dll yang melibatkan seluruh warga tidak membedakan agama, ras, dan suku.

"Biasanya kalau ada sripah atau musibah kematian, maka ibu-ibu PKK saling membantu mengurusi semua kebutuhan untuk pemakaman. Ada juga dana khusus yang memang tersedia dan bisa dipakai sementara untuk mencukupi keperluan pemakaman, jadi keluarga duka tidak perlu repot memikirkan,” tambah Sunartono.

Kegiatan kemasyarakatan dalam bingkai hari besar pun, tetap saja dinikmati oleh antar umat beragama dan keyakinan lain, artinya mereka saling mengunjungi meskipun tidak satu keyakinan, tujuannya mempererat tali persaudaraan. Uniknya kegiatan  syawalan yang notabene kegiatan milik umat muslim ini, yang menjadi panitia dan penanggung jawab dari kalangan non-muslim sebagai wujud toleransi beragama. Mulai dari menyiapkan fasilitas seperti kursi, meja dan lainnya.

Pengurus Rt pun telah sepakat terus mempertahankan tradisi dan budaya ini karena ternyata sudah bertahun-tahun dilakukan. Kegiatan hari besar yang dilakukan saling mengunjungi itu pun tidak dilakukan karena covid-19 yang datang, "Sebenarnya kami sangat rindu dengan kegiatan saling berkunjung, semoga pandemi cepat selesai dan bisa saling berkunjung lagi" pungkas pria yang biasa disapa Tono ini.

Secara garis besar Dusun Sorowajan yang populer dengan kebersamaan menjunjung rasa toleransi tinggi serta kerukunan yang diciptakan, hal ini menjadikan Dusun Sorowajan layak dijadikan teladan bagi masyarakat dusun lain. Kerukunan warga tidak saling memunculkan jurang perbedaan, tidak adanya kesenjangan sosial yang berpengaruh dalam naungan keberagaman dalam masyarakat. Inilah moderasi beragama Dusun Sorowajan yang indah.

Penulis : Najwa Arifatun Zahra 10 Mipa 1

 


(Dody//0000-00-00 00:00:00)

Man-4 Bantul

-

Selamat Datang di MAN 4 BANTUL

(MANEMBAYO)

Madrasah Istimewa

Alamat :

Jalan Majapahit (Lingkar Timur), Pranti, Banguntapan, Bantul 55198,

Telpon (0274) 452188

 

Peta Lokasi MAN 4 Bantul Yogyakarta